Benteng Langkat

Suara Ledakan Menggelegar Sebelum Api Melalap Pabrik Mancis di Binjai

Petugas BPBD Langkat bersama kepolisian mengevakuasi jenazah korban dari puing pabrik mancis yang terbakar di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019).

BINJAI, BENTENGLANGKAT.com– Suara ledakan menggelegar mengakibatkan kepanikan warga di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019) siang sekira pukul 12.00 WIB. Kepulan asap tebal membubung tinggi dan warga tersadar jika siang itu, pabrik mancis telah terbakar.

“Sebelumnya ada suara ledakan besar dari dalam mancis (korek api gas). Saya dengar sekitar jam setengah 1 siang, saat mau berangkat Salat Jumat ke masjid,” ujar Agus, warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo di lokasi kejadian, kepada BENTENG LANGKAT.

Setelah mendengar suara ledakan itu, warga pun digemparkan dengan kebakaran pabrik mancis yang berada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Samberejo tersebut. Warga kemudian bahu membahu berusaha memadamkan api.

Sementara mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemko Binjai sebanyak 4 unit dan 2 unit damkar milik Pemkab Langkat tiba di lokasi sekira pukul 13.00 WIB. Setelah kedatangan damkar, api pun berhasil dipadamkan.

Saat kebakaran terjadi, sekitar 30 orang pekerja berada di dalam rumah home industry pembuatan mancis itu dan tewas terpanggang. Seluruh jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

Mobil ambulans silih berganti ke lokasi guna mengevakuasi jenazah para korban kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019).

Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran dan polisi masih berada di lokasi kebakaran. Jumlah korban belum dapat dipastikan. Begitu juga penyebab musibah itu. Namun, pabrik ini diketahui memiliki 24 orang karyawan dan yang berhasil selamat diduga hanya tiga orang.

BacaPabrik Mancis Ludes Terbakar di Binjai, 24 Karyawan Terpanggang

BacaKebakaran Hebat di Kecamatan Binjai, Dua Rumah Warga Ludes

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menuturkan, dugaan awal, jumlah korban diperkirakan lebih dari 10 orang. Petugas masih di lokasi untuk memastikan jumlahnya.

“Dugaan awal, lebih dari 10 orang menjadi korban karena terjebak di dalam pabrik,” kata Nainggolan.